Leck Murman

Ingin menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Walaupun tidak memiliki banyak teori tentang menulis yang penting menulis, menulis, dan menulis. Itu...

Selengkapnya
Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Mengikuti Sagusabu?
https://putriehandayani.wordpress.com/tag/semangat/

Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Mengikuti Sagusabu?

Apa yang harus dipersiapkan untuk mengikuti Sagusabu? Pertanyaan ini selalu muncul ketika akan dilaksanakan kegiatan Sagusabu (Satu Guru Satu Buku) oleh MediaGuru. Wajar saja calon peserta bertanya seperti itu karena pelatihan Sagusabu ini berbeda dengan yang lain. Apabila kegiatan sebelumnya yang pernah diikuti hanya disyaratkan untuk membawa laptop dan perlengkapan pendukungnya, tidak demikian dengan persiapan mengikuti Sagusabu.

Sesuai dengan judul kegiatannya, Sagusabu adalah kegiatan menulis buku. Satu Guru Satu Buku tepatnya. Yang ada di benak calon peserta adalah persiapan bagaimana agar bisa mengikuti kegiatan menulis dengan baik. Sebagian peserta mengatakan bahwa perlu persiapan bakat menulis agar nantinya bisa menulis seperti yang diharapkan. Yang seperti ini bagus dan patut didukung. Dengan bakat menulis, calon peserta akan menerima materi dengan mudah dan mengerjakan tugas dengan mudah pula. Akan tetapi, apakah semua calon peserta harus mempunyai bakat menulis? Tentu saja tidak. Di sinilah uniknya pelatihan Sagusabu. Walaupun diberi judul pelatihan menulis, tetapi calon peserta tidak perlu mempunyai bakat menulis. Bakat menulis bagus tetapi bukan yang utama.

Persyaratan utama yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan Sagusabu bersama mediaGuru adalah semangat. Iya semangat. Dengan semangat saja sudah lebih dari cukup. Semangat untuk menulis dan menghasilkan buku tentunya. Apakah sesederhana itu? Apakah hanya dengan modal semangat, calon peserta bisa diandalkan bisa menulis buku? Pengalaman membuktikan, selama puluhan kali kegiatan Sagusabu digelar, yang sukses menulis buku adalah mereka yang mempunyai semangat tinggi.

Banyak calon peserta yang berbakat menulis tetapi tidak bisa menyelesaikan tugas menulis buku hanya karena tidak memiliki semangat yang memadai. Banyak alasan yang mereka sampaikan. Kebanyakan alasan yang dipakai adalah banyaknya kegiatan di sekolah yang harus diselesaikan. Repotnya pekerjaan rumah tangga yang menjadi tanggungannya. Sedikitnya waktu yang dimiliki untuk bisa menyelesaikan naskah bukunya. Berbagai alas an dikemukan. Alhasil, buku mereka tidak pernah jadi.

Berbeda dengan calon peserta yang punya semangat, mereka selalu sukses melanjutkan menulis hingga terbit sebuah buku. Bagi mereka, kesibukan di sekolah bukanlah alas an. Repot pekerjaan rumah tangga bukanlah penghalang. Waktu yang sempit bukanlah kendala. Menurutnya, setiap orang mempunyai waktu dan kesempatan yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana cara menyiasatinya. Mencari waktu yang terbaik adalah solusinya. Kapan itu? Waktu terbaik bisa saja pagi, siang, sore, atau malam hari.

Masing-masing orang memiliki waktu terbaik yang berbeda-beda. Saya sendiri merasakan bahwa waktu terbaik untuk menulis adalah dini hari. Jadi, bagi calon peserta yang akan mengikuti kegiatan Sagusabu, tidak perlu ragu atau cemas apabila merasa belum memiliki kompetensi menulis. Menulis bukan tentang bakat. Menulis adalah tentang keterampilan. Menulis bisa dilatih dan hasilnya bisa dirasakan setelah melalui berbagai rangkaian usaha.

Apabila Anda adalah calon peserta kegiatan Sagusabu, bawalah semangat yang cukup. Bila perlu, naikkan lagi rasa semangatnya. Di-charge lagi sampai penuh. Jaga semangat itu hingga naskah buku bisa diterbitkan. Selain semangat, tentu saja calon peserta perlu membawa bekal lainnya. Bekal apa? Jangan lupa bawa laptop, charger, kabel rol, dan jaringan internet. Bila perlu, bawa pula kuliner andalan daerahnya untuk dibagikan pada calon peserta lainnya. Dijamin, naskah yang ditulis nantinya bisa lebih kriuk, renyah, dan bergizi.

/LM

Istanaku, 19102018

Menjelang kegiatan Sagusabu Demak

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Dan semangat itu tumbuh kembali saat pak Leck mengajak untuk menulis Semangat itu laksana pohon yang harus selalu disiram. Untuk menyiramnya adalah di antaranya selalu bergaul dengan yang memiliki semangat tuk menulis.

21 Oct
Balas

Alhamdulillah, ada pak Leck. Jarang-jarang ni bisa menikmati tulisan pak Leck yang renyah sarat gizi. Jazakallah khoir untuk tipsnya, pak Leck. Semangat memang jadi "modal utama" untuk bisa menulis. Semangat yang ada di dalam diri akan mampu menghalau berbagai rintangan yang dihadapi. Juga, komitmen untuk bisa "istiqomah" menulis dan menulis. Aduuuh,maaf pak Leck kepanjangan ini komennya. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah.

19 Oct
Balas

Mohon izin berguru, Mak Cik

19 Oct

Super bgt paklek

19 Oct
Balas

super duper

19 Oct

Jadi semangat lagi nih. Barakallah

19 Oct
Balas

Alhamdulillah

19 Oct

Wow.....sebuah motivasi yang meningkatkan energi menulis....

19 Oct
Balas

Bismillah

19 Oct

Suatu asupan yang lumayan menarik, tapi terkadang semangat itu sendiri di pengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah urusan hati, nyaman atau tidak nyaman, yah...semoga berjalan sesuai dengan rencana. Planning dan pola pikir memang harus terus dikembangkan. Salam menulis...

19 Oct
Balas

Salam literasi

19 Oct

Siap pak Leck... Semangat!

19 Oct
Balas

Semangaaat

19 Oct

Siap pak Leck... Semangat!

19 Oct
Balas

Semangaaattttt pak leck Tapi apakah hanya semangatt dah cukup pak lecj???

19 Oct
Balas

InsyaAllah cukup

19 Oct

pak Leck salam kenal...sy calon peserta dari kab.Rembang dan baru pertama kali mau ikut keg.tsb.... Baru tau tnyt jenengan dari Sidokumpul...hehe dulu sy png GTT di SD Sidokumpul ketika pertama lulus D2...sy asli Guntur Pak Leck...semoga bnyk ilmu baru bt sy dg keg ini pak...yessss stronggggggg....smangattttttt....

19 Oct
Balas

ayo kapan pulang ke Guntur?

19 Oct

Insyaallah semangat..

19 Oct
Balas

semangaat

19 Oct

Insyaallah semangat..

19 Oct
Balas

Dapat pencerahan ..alhamdulillah betul sekali bertanya2 ..ikut kegiatan sagusabu..menulis bisa ga ya, sy ga pandai menulis.. ?

19 Oct
Balas

InsyaAllah bisa

19 Oct

modalnya semangats, maka harus semangats kalo tidak semangats ya tidak jadi menulis siip sipp

27 Oct
Balas

yang sulit adalah bagaimana agar bisa semangats

27 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali