Leck Murman

WA: 081225243227 .Terlahir sebagai generasi akhir 60-an, PakLeck menghabiskan masa kecil di sebuah desa kecil di Kota Wali, tepatnya di Desa Sidokumpul, Kecamat...

Selengkapnya
Belajar dari KBBI (2): Mala dan Mengedumkan
Gambar diambil dari https://sumut.antaranews.com/berita/174002/

Belajar dari KBBI (2): Mala dan Mengedumkan

Malu Bertemu Kuda

“Maaaaaaak!”

Suara keras terdengar dari kebun belakang. Tampaknya Edo sedang membutuhkan pertolongan. Ia memanggil nama Maknya dalam beberapa mad. Maknya tidak tahu apa yang sedang terjadi pada anak semata wayangnya.

Semalam Edo bercerita pada Maknya dengan wajah penuh ketakutan. Katanya dia mendengar aum harimau dari belakang rumahnya. Tentu saja Maknya tidak percaya. Jangan-jangan anaknya hanya mengigau. Jika dibiarkan, ia akan kembali bercerita hal-hal yang aneh. Entah itu besok, lusa, tulat atau tubin. Maknya jadi ingat beberapa minggu yang lalu, Edo juga sempat ketakutan hanya gegara bermimpi menyentuh kam.

Mendengar teriakan anaknya, Maknya segera bergegas ke kebun belakang, Dengan kain dam yang dikenakannya, ia dekati Edo. Ternyata, anaknya sedang bermain dam bersama teman-temannya.

Di kalangan teman-temannya, Edo dikenal sebagai anak yang pemberani. Namun ia seringkali ketakutan kalau bermain di dekat dam yang berada tak jauh dari rumahnya. Dalam perasaannya, dam itu terasa mistis. Mala yang berada di dekat dam adalah salah satu buktinya. Mala itu berbunyi "Dilarang bermain di sini". Edo tidak tahu siapa yang memasang mala itu. Yang pasti ia merasa takut kalau melihat mala itu.

Edo sering mendengar dari para orang tua di sekitarnya, barangsiapa yang melanggar mala yang ada di dekat dam itu akan mendapatkan mala. Mala itu bisa berupa sakit panas, gatal-gatal, atau sering mengigau. Bahkan ada juga yang sampai rumahnya kebakaran atau kehilangan harta benda.

Menurut yang ia dengar, pada zaman dulu ada seorang tokoh yang sangat dihormati. Ia hidup berkecukupan. Ia juga suka membantu. Masyarakat sekitar sangat menyukainya. Namun demikian, semua kebaikannya seperti harum semerbak mengandung mala. Semua perbuatan dan jasa yang dibuatnya dipuji-puji, tetapi semuanya diperbuat dengan jalan yang tidak baik. Sungguh sangat disayangkan. Anak keturunannya yang sekarang menanggung akibatnya. Banyak masyarakat yang kini mendapatkan mala karena perbuatan nenek moyangnya dulu.

Dengan ditemani Maknya, Edo kembali ke rumah. Segera ia mandi dan ganti pakaian. Dinyalakannya televisi dum yang ada di rumahnya. Pada saat ulang tahunnya, Maknya membelikannya televisi dari tetangganya yang mengedumkan barangnya. Rezeki nomplok bagi Edo dan keluarganya mendapatkan televisi yang masih bagus dengan harga murah.

Keluarga Edo hidup dengan sangat sederhana. Tidak banyak barang elektronik yang dimilikinya. Hanya ada televisi dum yang menemani kesehariannya. Untuk makan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan penghasilan dari kerja di sawah.

Ayahnya adalah seorang peluku. Setiap hari ia pergi ke sawah untuk meluku sawah kepunyaan tetangganya. Untuk lukunya, ia pinjam dari Pak Barjo, tetangganya yang baik hati. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, kadang ia bekerja hingga dalu. Tak peduli banyak tetangga yang mengingatkannya agar mau beristirahat.

Hidup dengan kesederhanaan menuntutnya untuk bekerja keras. Siang-malam ia harus memeras keringat dan membanting tulang. Seringkali ia hanya makan nasi seadanya. Selebihnya, ia juga memakan buah yang sudah dalu yang ada di dekat persawahan. Kadang ia juga memakan bungkusan berisi ladu dari isteri tercintanya.

Edo dan orang tuanya adalah orang dula. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Tidak banyak yang mereka harapkan dalam kehidupannya. Hidup tenang dan bahagia, itulah yang didambakannya.

Catatan:

Mak = sebutan kepada orang perempuan yang patut disebut ibu atau dianggap sepadan dengan ibu;

Mad = tanda bunyi panjang dalam bahasa Arab (bunyi pendek menjadi bunyi panjang)

Kam = sisir kuda-kuda

Aum = tiruan bunyi raung harimau atau singa

Dam = jenis permainan dengan keping-keping bulat dan papan bertapak catur

Dam = corak tapak catur (tentang corak kain dan sebagainya)

Dam = pengempang air terbuat dari beton; bendungan; tanggul

Mala = tanda larangan yang mempunyai kekuatan magis (di Timor)

Mala = bencana; celaka; sengsara

harum semerbak mengandung, perbuatan (jasa dan sebagainya) yang dipuji-puji, tetapi jasa tersebut diperbuat dengan jalan yang tidak baik

Mala = kotor; cemar; noda; penyakit

Dum = sesuatu yang sudah tidak dipakai lagi; bekas:

mengedumkan/me·nge·dum·kan/ menjadikan dum; menganggap sebagai barang bekas (meskipun belum waktunya); menjual di bawah harga dalam jumlah yang besar; dumping

luku/lu·ku/ Jw n bajak; tenggala;

meluku/me·lu·ku/ v membajak (sawah); menenggala

Dalu = dalu/da·lu/ 1 ranum; terlampau masak (tentang buah-buahan); 2 larut malam; jauh malam

Dula = warga masyarakat biasa; rakyat biasa

Ladu = kue bulat-bulat yang dibuat dari tepung beras

Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kemendikbud, Jakarta: 2016

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Ya ampun Pak Leck, rasane kok mbulet bulet, tapi alhamdulillah tambah perbendaharaan kata . Makasih

18 Feb
Balas

Terima kasih tambahan ilmu , kosa kata, KBBI dan lain-lain. Barakallah Pak Leck

18 Feb
Balas

Mantap Pakleck

18 Feb
Balas

Sementara saya pusing dulu Pak Lek, terimakasih bisa menambah wawasan sembari menikmati kisah.

18 Feb
Balas

bentar lagi juga pusingnya hilang

18 Feb

bentar lagi juga pusingnya hilang

18 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali