Leck Murman

Ingin menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Walaupun tidak memiliki banyak teori tentang menulis yang penting menulis, menulis, dan menulis. Itu...

Selengkapnya
Belajar dari KBBI (1): Menjabal dan Terjali
Gambar diambil dari https://sumut.antaranews.com/berita/174002/

Belajar dari KBBI (1): Menjabal dan Terjali

Apabila Orang Tua Abi Jadi Penjala

Abi, murid yang cenderung pendiam tetapi nakal. Dia sering jail pada teman-temannya. Tak sungkan ia mengeluarkan pukulan jap dan jab keras yang menjadikan temannya jatuh tersungkur. Mengetahui temannya jatuh, tidak ada niat baik darinya untuk menolong. Sebaliknya ia malah tertawa terbahak-bahak. Seolah-olah semuanya hanyalah sekadar lelucon.

Abi terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Pendidikannya kurang diperhatikan oleh orang tuanya. Bahkan kesehatannya juga sering diabaikannya. Ketika ia sakit, orang tuanya membawanya ke seorang japa. Dukun yang mengandalkan mantra sebagai sarana pengobatan ini tinggal di sebuah bukit yang tampak menjabal. Mereka harus melewati sungai yang lebar dan naik perahu untuk sampai ke tempat japa itu.

Mata pencaharian orang tua Abi adalah pencari ikan. Mereka seorang penjala. Siang malam, mereka menjaga sungai dan menjala ikan. Hanya dila yang menemani mereka di malam hari. Kehidupannya sungguh memprihatinkan.

Banyak tetangga yang menawari pekerjaan yang lebih baik, tetapi semua ditolaknya. Katanya, yang dilakukan saat ini sudah terjali dan akan menjadi jalan hidupnya.

Catatan:

Jail = dengki; suka mengganggu (menggoda dan sebagainya) orang lain

Jap = jenis pukulan dalam tinju, lurus dan pendek

Japa = dukun yang mengandalkan mantra sebagai sarana pengobatan

Jab = pukulan pendek (tinju)

Menjabal/men·ja·bal/ tampak besar seperti gunung

Penjala = orang yang kerjanya menjala

Terjali/ter·ja·li/ sudah diilhami; mendapat wahyu (ilham)

Dila/di·la/ suluh dari buah jarak dan sebagainya; lampu minyak (yang kecil); pelita; dian

Sumber: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V, Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kemendikbud, Jakarta: 2016

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Menjabal yah, hii baru tahu, mksh Pak Leck ilmunya

17 Feb
Balas

Bu Dati mah dah banyak banget ilmunya

17 Feb

Trims, Pak Leck

17 Feb
Balas

Sama2

17 Feb

Banyak kata yang seperti tinggal di museum ya Pak Leck? Tidak pernah dipakai.

17 Feb
Balas

Dengan sering membuka KBBI, semoga tidak ada kata yg dimuseumkan

17 Feb

Wah keren sekali teknik anamonicnya. Semoga saya bisa.. semoga sehat dan sukses selalu Pakleck

17 Feb
Balas

Baru belajar, Bu. Semoga bisa pinter seperti Bu Fatim

17 Feb

Karen Pak Leck...

17 Feb
Balas

Selalu ilmu. Ilmu. Ilmu. Barakallah

17 Feb
Balas

Mohon pencerahannya, Pak

17 Feb

Sangat bermanfaat Pak Leck

17 Feb
Balas

Yuk sering2 buka KBBI

17 Feb

Wah...ilmu baru buat saya nih,Pak. Terima kasih. Barakallah

17 Feb
Balas

Semoga terus bertambah ilmunya. Amin

17 Feb

Keren, Pak Leck

17 Feb
Balas

Mantap

17 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali