Leck Murman

WA: 081225243227 .Terlahir sebagai generasi akhir 60-an, PakLeck menghabiskan masa kecil di sebuah desa kecil di Kota Wali, tepatnya di Desa Sidokumpul, Kecamat...

Selengkapnya
[Serial Gito] Gito Mendem Blanggem

[Serial Gito] Gito Mendem Blanggem

Gito sedang menikmati sarapan paginya ketika datang Pakde Ihsan (Pakde) ke rumahnya.

Pakde : "Gito, tolong Pakde kamu belikan sarapan ya."
Gito : "Siap, Pakde. Di mana?"

Pakde : "Terserah kamu saja. Di warungnya Yu Jum juga boleh. Atau, di warungnya Mbok Jem juga masakannya enak."

Gito : "Ya, Pakde. Kalau pagi begini, enaknya beli sarapan di warungnya Mbok Jem saja. Minggu pagi begini, biasanya banyak Mahmud (mamah muda) yang belanja di sana."

Pakde: "Ya sudah. Terserah kamu saja. Tapi nggak pakai lama lho ya."

Gito : "Sendika dhawuh, Pakde."

(Gito berangkat ke warungnya Mbok Jem. Dia melihat makanan kesukaannya, blanggem. Blanggem itu ketela goreng yang enak banget disantap ketika cuaca dingin. Begitu melihat blanggem, Gito langsung beli banyak sekali. Sesampai di rumah, dia menyerahkan semua blanggem pada Pakde Ihsan.)

Gito : "Pakde, ini sarapan paginya. Enak sekali."

Pakde Ihsan kaget. Gito membawa bungkusan besar sekali. Biasanya, menu sarapan pagi itu berupa bungkusan kecil disertai dengan sayur atau lauk. Eh, bungkusan yang dibawa Gito kenapa besar sekali.

Pakde : "Kamu tadi beli apa, Gito?"

Gito : "Blanggem, Pakde?"

Pakde : "Apa? Blanggem? Kenapa kamu beli blanggem banyak sekali? Lalu, apakah Pakde harus sarapan pagi dengan blanggem sebanyak ini?"

(Pakde Ihsan merasa tidak enak hati. Mau memarahi Gito rasanya tidak mungkin. Gito itu keponakan kesayangan. Mau membiarkan saja hati rasanya nggondhuk.)

Pakde : "Gito, kamu suka blanggem ya?"

Gito : :Iya, Pakde. Kenapa?"

Pakde : "Gak apa-apa. Sekarang kamu makan saja semua blanggem itu. Awas kalau sampai nggak habis?"

(Sebetulnya, Pakde Ihsan menyuruh seperti itu sambil gemes. Bagaimana tidak, disuruh beli sarapan kok belinya blanggem.)

Gito : "Tapi, Pakde?"

Pakde : "Tidak usah pakai tapi-tapian. Pokoknya kamu harus menghabiskan semua blanggem yang baru saja kamu beli itu. Pakde mau beli sarapan sendiri."

Gito : "Pakde, mana kuat saya menghabiskan dua piring blanggem ini? Kalau saya nanti mlekaren bagaimana?"

Pakde : "Terserah. Karena kamu suka blanggem, ya sudah kamu habiskan saja semuanya. Kalau tidak habis berarti mubazir. Kamu tahu mubazir itu temannya siapa?"

Gito : "Tahu, Pakde. Mubazir itu temannya setan. Saya tidak mau jadi temannya setan."

Pakde : "Bagus. Nah, sekarang habiskan semua blanggem-nya ya." (Menyuruh seperti itu sambil hatinya dongkol banget.)

(Mendapat perintah seperti itu dari Pakde Ihsan, Gito langsung memakan habis semua blanggem yang ada di depannya. Seiris dua iris, dia merasakan nikmatnya. Begitu habis sepiring, perutnya sudah mulai mulas. Dia kekenyangan. Dia terus memaksa untuk memakan semua blanggem yang ada di hadapannya. Akibatnya, Gito tidak mampu bertahan. Dia mblenger dan mendem.)

Pakde : (dalam hati) "Gito ... Gito ... Kapokmu kapan?"

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Hahaha lucu juga Pak Leck, ya, kalau kita menggunakan kata terserah, ya beginilah jadinya ya, Pak Leck.

20 Jan
Balas

Ya, Bu. Tapi, Gito memang nggregetke, kok

20 Jan

Kalau Pakde gak mau, bagi bagi utk kita pak lek. kasihan Gito sdh nyariin sarapan mlh pakde gak mau. Jadi Gito mendem deh.

20 Jan
Balas

Blanggem..oh....blanggem

21 Jan
Balas

Pak Dhe nya tega benar sama Gito... hehe... Tahu gitu tak bantuin makan blanggemnya aku juga suka ...

22 Jan
Balas

Jadi laper pak leck.... Lha "petiknya" nya kog hilang?habis?wah Gito jianannn

20 Jan
Balas

Minta tolong sampaika Gito, Pak. Saya mau.

20 Jan
Balas

Ya Allah pak De.... itu namanya nyoluuuuuu... (lucu, renyah certanya ...) salam literasi pak Leck

03 Feb
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali