Leck Murman

Ingin menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Walaupun tidak memiliki banyak teori tentang menulis yang penting menulis, menulis, dan menulis. Itu...

Selengkapnya
Menulis Tanpa Syarat
https://www.merdeka.com/uang/ini-tips-mencari-uang-bagi-anda-yang-gemar-menulis.html

Menulis Tanpa Syarat

Setiap kali presentasi di hadapan peserta Kelas Menulis Sagusabu, CEO Media Guru selalu mengatakan perlunya tujuan menulis. Di antara tujuan menulis adalah agar naik pangkat, mendapatkan royalti, atau demi keabadian. Apapun tujuan yang ditetapkan, mewujudkan karya adalah target utama.

Apakah menulis harus mempunyai tujuan? Jawabannya ya. Bila seperti itu pertanyaannya, penulis harus mempunyai satu tujuan agar bisa menghasilkan karya baik berupa artikel maupun buku. Yang membedakan adalah apakah tujuannya harus sama antar penulis. Ataukah tujuannya mesti berupa uang? Ataukah boleh mempunyai tujuan yang lainnya?

Menulis merupakan sarana ekspresi diri. Dengan menulis kita bisa mengeluarkan segala uneg-uneg yang ada di dalam hati. Melalui menulis kita bisa bercerita kepada dunia tentang kejadian yang ada di sekitar kita. Intinya, menulis adalah ungkapan jiwa dan rasa.

Sesederhana itukah tujuan menulis? Tidak. Menulis bisa juga untuk berharap menghasilkan sesuatu. Penulis boleh saja berharap tulisannya laku untuk dijual. Menulis opini, mislanya, apabila dimuat di surat kabar sudah pasti penulisnya akan mendapatkan honor. Menulis buku juga berpeluang besar untuk bisa menghasilkan royalti bagi penulisnya.

Bagi banyak guru, menulis bisa berarti kenaikan pangkat. apa hubungannya? Iya, dengan menulis guru akan mempunyai karya. Karya guru kemudian dinilaikan melalui penilaian angka kredit. Melalui angka kredit itulah guru dapat naik pangkatnya.

Tujuan menulis memang berbeda-beda tetapi ada satu hal yang perlu dipahami para penulis. Setiap kali menulis alangkah baiknya bila penulis tidak menetapkan target yang ingin diraihnya. Lebih baik sejak awal fokus menulis, menulis, dan menulis. Menulis adalah serangkaian ungkapan perasaan. Dengan sepenuh hati, penulis menyalurkan perasaannya melalui untaian kata-kata. Ketika penulis hanya fokus menulis, ungkapan rasa diharapkan bisa mengalir lancar tanpa hambatan. Ketika tulisannya sudah jadi dalam bentuk karya, penulis juga tidak merasa terbebani dengan target yang harus dicapai. Misalnya saja, tulisan berbentuk buku yang ternyata tidak bisa dinilaikan, penulis tidak akan kecewa. Naskah opini yang ketika dikirimkan ke surat kabar ternyata tidak bisa dimuat, penulis akan menerimanya dengan lapang dada.

Ada sebuah ungkapan yang perlu dijadikan sebagai pertimbangan para penulis. Apa itu? Menulis tanpa syarat. Iya, menulis tanpa syarat apapun. Menulis hanya untuk menulis. Menulis untuk berkarya dan menulis demi ungkapan rasa. Dengan menetapkan target tanpa syarat, karya yang bisa dihasilkan akan lebih bermakna. Paling tidak karya yang dihasilkan bisa memberikan rasa puas dan bahagia karena segala rasa bisa tertumpah dalam rangkaian kata penuh makna.

Lalu, apakah kegiatan menulis kita tidak boleh menerapkan target? Tentu saja boleh. Bahkan sangat dianjurkan bila kita mampu melakukannya. Kita boleh saja menargetkan tulisan kita masuk di surat kabar, bila kita mampu melakukannya. Tetapi target itu janganlah membebani kita ketika kita sedang menulis. Janganlah target harus mendapatkan royalti menjadikan kita terhambat dalam mengeluarkan ide-ide. Menulis hanya untuk menulis. Biarlah tulisan kita menemui targetnya masing-masing.

Apabila tulisan kita bagus, yakinlah bahwa tulisan kita akan mendapatkan tempat yang sudah selayaknya. Bila tulisan yang kita hasilkan masih belum layak, kita juga harus tetap yakin bahwa tulisan kita pasti akan memberi inspirasi bagi orang-orang di sekitar kita. Tidak ada tulisan yang sia-sia. Tidak ada karya yang tanpa makna. Semua tulisan dan karya yang kita buat sudah pasti akan bermanfaat bagi sesama. Bukankah menulis itu menyehatkan jiwa? Sekali lagi menulis itu mempermudah rezeki dan mempererat tali silaturahmi.

Jelang siang di sekolah

07122017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tujuan saya menulis hanya sekedar untuk menyebarkan virus "menulis itu mudah".

07 Dec
Balas

mantab

07 Dec

Berarti tetap ada syaratnya Pak Leck. Syaratnya mau menulis ...

07 Dec
Balas

siap, lanjutkan!

07 Dec

Wah hebat pak Leck

07 Dec
Balas

Lanjutkan

07 Dec

Benar apa yg disampaikan leck murman...menulis tanpa syarat lebih enjsoy dlm menuanhkan sebuah uneg-uneg

07 Dec
Balas

Dahsyat

07 Dec

Dahsyat

07 Dec

Benar apa yg disampaikan leck murman...menulis tanpa syarat lebih enjsoy dlm menuanhkan sebuah uneg-uneg

07 Dec
Balas

Kereeen

07 Dec

Benar apa yg disampaikan leck murman...menulis tanpa syarat lebih enjsoy dlm menuanhkan sebuah uneg-uneg

07 Dec
Balas

Luar biasa

07 Dec

Wow...sampai bingung coment apa...mnyejukkan tp senyummangat....

07 Dec
Balas

Kalo sy kirim naskah, direspon MG, sekarang sdng menunggu ISBN, wah sesuatu yg menyenangkn sekali. PakLeck sll luar biasa, shiiip dech

07 Dec
Balas

Subhanalloh, Pak Leck hebaaat! Setujuuu! Menulis untuk berkarya, menulis ungkapan rasa. Menulis tak kan sia-sia. Mantap tap!

07 Dec
Balas

Motivator yg jitu ,,,,,,menarik dan menyejukkan hati

07 Dec
Balas

I'm writing for the sake of writing.... :D

07 Dec
Balas

Komen tanpa syarat, biarlah komen kita mencapi sasarannya, hehe

07 Dec
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali