Leck Murman

Ingin menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Walaupun tidak memiliki banyak teori tentang menulis yang penting menulis, menulis, dan menulis. Itu...

Selengkapnya
Menutup Peluang Plagiasi pada Penyusunan Laporan PTK
https://fatonikeren.blogspot.co.id/2016/04/tindakan-preventiv-menghindari-plagiasi.html

Menutup Peluang Plagiasi pada Penyusunan Laporan PTK

Penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) selalu menyisakan masalah. Banyak PTK yang dikumpulkan akhirnya tidak bisa dinilai oleh Tim PAK karena terbukti menduplikasi atau plagiasi PTK yang sudah pernah dibuat sebelumnya. Bahkan yang sudah lolos pun juga tidak berarti bersih dari plagiasi. Keberuntungan mungkin masih berpihak pada penyusun PTK. Bisa jadi PTK yang dibuatnya juga hasil plagiasi tetapi lolos dari pengamatan Tim Penilai.

Ketika guru menyusun PTK, masalah yang dianalisi adalah masalah yang dimiliki sendiri. Guru membuat penelitian dan menyusun laporannya sendiri. Dengan demikian, seharusnya laporan PTK yang dibuat oleh guru adalah karya sendiri. Tetapi mengapa sering terjadi laporan PTK para guru mirip-mirip atau bahkan sama dengan laporan PTK yang sudah ada.

Apabila kita mencari siapa yang salah ketika palgiasi merebak di mana-mana, yang paling pertama tentu guru. guru adalah pelaku penyusunan laporan PTK. Dengan masalah yang dimilikinya sendiri, sudah barang tentu guru mempunyai kewajiban untuk menyusun laporannya sendiri. Kalau dalam penyusunan laporan PTK, guru itu meniru atau menjiplak PTK yang sudah ada, guru itu berada dalam posisi yang salah.

Guru mungkin punya alasan mengapa mereka menjiplak PTK yang sudah ada. Pertama, kurangnya pengetahuan bagi mereka tentang bagaimana menyusun laporan PTK. Walaupun pelatihan penyusunan PTK sudah diadakan di mana-mana, tetapi kemampuan menyusun laporan PTK tetap saja menjadi hambatan atau kendala. Bukannya berlatih menyusun laporan dengan baik, para guru justru berusaha mencari contoh PTK kemudian meniru dan menjiplaknya.

Kedua, lemahnya pengawasan dari Tim Penilai PAK. Tugas penilaian karya ilmiah berupa PTK membutuhkan tenaga dan energy yang ekstra. Di samping itu, kemampuan Tim Penilai juga tidak sama. Sebagian anggota Tim PAK mungkin bisa secara cermat bisa mengetahui secara dini adanya plagiasi pada PTK, tetapi tidak demikian dengan anggota lainnya. Mungkin juga karena unsur kemanusiaan sehingga PTK yang diajukan bisa lolos dari penilaian tanpa diketahui PTK itu sebenarnya plagiasi atau bukan.

Mengunggah Laporan PTK di Internet

Plagiasi PTK sebenarnya bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan. Salah satu caranya adalah dengan caranya kewajiban mengunggahnya di internet. Setiap laporan PTK yang diajukan harus terlebih dahulu diunggah di internet. Lebih bagus lagi bila Tim Penilai mempunyai website khusus yang digunakan sebagai tempat mengunggah semua laporan PTK.

Dengan mengunggah laporan PTK, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh, di antaranya:

- Bisa mengurangi atau menghilangkan plagiasi. Ketika laporan PTK sudah diupload di internet, nakah itu menjadi milik bersama. Di satu sisi, naskah itu memang bisa diakses secara terbuka oleh umum, tetapi manfaat lebih besar bisa diraih yaitu bisa dicek keasliannya melalui plagiaris checker atau sebuah program untuk membantu mengecek keaslian naskah.

- Waktu pembuatan laporan PTK bisa dilihat dari waktu mengunggah. Dengan membuat mekanisme pengunggahan laporan, Tim Penilai bisa memastikan kapan sebuah laporan diupload dan diunggah. Hasilnya, tidak ada lagi perdebatan waktu mengenai kapan sebuah laporan PTK itu dibuat. Di samping itu, apabila ada dua laporan yang ternyata mirip, Tim Penilai bisa segera mengetahui yang mana yang lebih dahulu dibuat dan dilaporkan.

Plagiasi, apapun bentuknya, merupakan kejahatan ilmiah. Untuk itu, sebisa mungkin dihindari atau ditiadakan. Begitu juga dalam hal pelaporan PTK. Sudah seharusnya para guru, yang notabene adalah insan ilmiah, memelopori dalam pemberantasan plagiasi. Salah satunya adalah dengan membuat laporan PTK secara mandiri, baik, dan tanpa plagiasi.

14122017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

yesss, ptk itu kata kuncinya bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajar.. harusnya plagiasi tidak terjadi....

14 Dec
Balas

Terimakasih pak leck

28 Jan
Balas

Terimakasih pak leck

28 Jan
Balas

Terimakasih pak leck

28 Jan
Balas

Joss Pak Leck.. Hrs ada beda..

14 Dec
Balas

Sangat setuju, namun harus pula dipahamkan seperti apa yg termasuk plagiasi, krn team penilai jg blm tentu paham ttg ini. Misal ttg cara menulis kutipan dll, sy mhon pd bpk2 pemimpin mewadahi dan mberi pencerahan pd guru, jk mm aturan kewajiban, mustinya guru dibimbing utk itu. Setujukah pak lek?

14 Dec
Balas

sebenarnya tidak menunggu pemimpin mewadahi ibu, tapi mari kita sendiri yang membuat wadah . karena itu adalah kebutuhan kita.

14 Dec

Setujuuu banget PakLeck.

14 Dec
Balas

Paling sulit justru menghindari autoplagiat Pak Leck.... Nulis PTK beberapa kali rasanya bosen, karena permasalahan, landasan teori, metode, dan pembahasan yang tidak jauh berbeda satu dengan lainnya. Atau karena pengalaman penulis yang masih minim ya, hingga harus copas_copas kalimatnya sendiri....?

14 Dec
Balas

Paling sulit justru menghindari autoplagiat Pak Leck.... Nulis PTK beberapa kali rasanya bosen, karena permasalahan, landasan teori, metode, dan pembahasan yang tidak jauh berbeda satu dengan lainnya. Atau karena pengalaman penulis yang masih minim ya, hingga harus copas_copas kalimatnya sendiri....?

14 Dec
Balas

PTK sepertinya memang hal yg sangat dekat dengan guru, permasalahn ketika mengajar sehari2. Guru, secara alamiah akan mengevaluasi hasil pembelajarn dan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Tapi, untuk menuliskannya secara ilmiah tidak mudah. Sy ingin sekali menulis PTK, belum pernah. Beberapa kali penelitian untuk skripsi dan thesis, tdk jodohnya ketemu PTK. adakah yg bisa membumbing saya?

15 Dec
Balas

PTK sepertinya memang hal yg sangat dekat dengan guru, permasalahn ketika mengajar sehari2. Guru, secara alamiah akan mengevaluasi hasil pembelajarn dan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Tapi, untuk menuliskannya secara ilmiah tidak mudah. Sy ingin sekali menulis PTK, belum pernah. Beberapa kali penelitian untuk skripsi dan thesis, tdk jodohnya ketemu PTK. adakah yg bisa membumbing saya?

15 Dec
Balas

PTK sepertinya memang hal yg sangat dekat dengan guru, permasalahn ketika mengajar sehari2. Guru, secara alamiah akan mengevaluasi hasil pembelajarn dan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Tapi, untuk menuliskannya secara ilmiah tidak mudah. Sy ingin sekali menulis PTK, belum pernah. Beberapa kali penelitian untuk skripsi dan thesis, tdk jodohnya ketemu PTK. adakah yg bisa membumbing saya?

15 Dec
Balas

PTK sepertinya memang hal yg sangat dekat dengan guru, permasalahn ketika mengajar sehari2. Guru, secara alamiah akan mengevaluasi hasil pembelajarn dan mencari solusi atas permasalahan yang ada. Tapi, untuk menuliskannya secara ilmiah tidak mudah. Sy ingin sekali menulis PTK, belum pernah. Beberapa kali penelitian untuk skripsi dan thesis, tdk jodohnya ketemu PTK. adakah yg bisa membumbing saya?

15 Dec
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali