Leck Murman

Ingin menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Walaupun tidak memiliki banyak teori tentang menulis yang penting menulis, menulis, dan menulis. Itu...

Selengkapnya
Penggantian NISN ke NIK

Penggantian NISN ke NIK

Menurut rencana, mulai tahun ini Kemendikbud berencana mengganti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Pergantian ini akan mengintegrasikan data pokok kependidikan (dapodik) dengan data kependudukan di Catan Sipil.

“Cukup dijadikan satu. Kita akan mengintegrasikan data pokok pendidikan(dapodik) dengan data kependudukan catatan sipil di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” ujar Mendikbud Muhajir Effendy, di kantor Kementerian Pendidikan dan kebudayaan Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019 (Suara Merdeka, Rabu, 23/1).

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa manfaat digantinya NISN ke NIK terutama untuk sistem zonasi. NIK bisa digunakan sebagai sumber data untuk keduanya, baik sebagai data kependudukan maupun dapodik.

“Mereka (siswa) sudah ada di sekolah-sekolah, tinggal mengecek dia termasuk di daerah mana, keluarganya siapa. Secara teknis tidak ada kesulitan, hanya perlu penyepadanan data,” kata Muhajir lebih lanjut.

Sebagai sumber data utama siswa, NIK mempunyai fungsi strategis. “Strategisnya begini, semua siswa NISN-nya akan diganti dengan NIK sehingga dengan NIK itu ketika diketik namanya di database kependudukan, akan ketahuan dia sekolah di mana, kelas berapa,” ujar Zudan Arif, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mendukung kebijakan Mendikbud.

Kebijakan Mendikbud patut didukung dan diapresiasi. Selama ini, masih terjadi kendala dalam penyatuan sumber data siswa. Sistem tarik data dalam dapdodik menjadi masalah yang sering muncul antar jenjang pendidikan. Hal itu terjadi karena siswa yang sudah naik jenjang tidak secara otomatis berpindah data yang dipakai. Diperlukan campur tangan dan kesepahaman dari para operator antar jenjang untuk menyesuaikannya. Kondisi ini berlaku pula pada siswa mutasi antar satuan pendidikan. Mekanisme tarik data sering menjadi hambatan apabila data dari sekolah awal tidak segera dikeluarkan.

Permasalahan mekanisme tarik data akan tereliminasi dengan menggunakan NISN. Kesepahama antar jenjang dan antar satuan pendidikan akan dikendalikan oleh satu muara sumber data yakni NIK.

Pemanfaatan NIK sebagai sumber data juga akan mempermudah pengelolaan administrasi sekolah khususnya penulisan ijazah. Selama ini, sekolah di jenjang yang lebih tinggi selalu direpotkan dengan pengumpulan (fotokopi) ijazah dari sekolah di bawahnya untuk akurasi data penulisan ijazah. Dengan pemberlakuan NIK, sekolah tinggal mencari sumber data dari Catatan Sipil yang selanjutnya digunakan untuk penulisan ijazah. Lebih praktis, simple, dan akurat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Informatif sekali Pak..

23 Jan
Balas

Menyejukkan

23 Jan

Lebih praktis, mungkin Pak. Salam sukses. Barakallah.

23 Jan
Balas

Salam sukses selalu

23 Jan

Langkah bijak, memangkas alur administrasi berbagai kepentingan....

23 Jan
Balas

Semoga lebih baik

23 Jan

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali