Leck Murman

Ingin menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Walaupun tidak memiliki banyak teori tentang menulis yang penting menulis, menulis, dan menulis. Itu...

Selengkapnya
Sekolah Pendidikan Guru (SPG): Riwayatmu Dulu
sumber: http://www.suarapendidikan.com/reuni-spg-negeri-jombang.html

Sekolah Pendidikan Guru (SPG): Riwayatmu Dulu

Saat ini apabila kita mendengar kata SPG yang terbayang adalah seorang gadis cantik yang sedang melaksanakan tugas penjualan atau promosi barang. Ya, dialah Sales Promotion Girl. Tetapi yang saya maksudkan SPG dalam tulisan ini sangat berbeda. SPG bukanlah bertugas membantu promosi melainkan Sekolah Pendidikan Guru atau disingkat SPG. Karena sama namanya, seringkali membuat orang keliru dan tersesat. Sering tertulis di surat kabar bahwa ada perusahaan yang membutuhkan jasa seorang SPG, banyak temanku yang tertarik dan memasukkan lamarannya. Ketika mengetahui kejadian yang sebenarnya, teman-teman saya hanya menahan malu dan merasa dibohongi.

SPG adalah Sekolah Pendidikan Guru. sekolah ini dulunya sangat favorit. Hanya orang-orang pilihan yang bisa masuk di sekolah ini. Seleksinya sangat ketat dan biasanya tidak lebih dari sepertiga dari jumlah pendaftar yang lolos seleksi. bukan karena biayanya yang tinggi. SPG saat itu berbiaya sangat rendah dan sangat terjangkau masyarakat golongan ekonomi lemah. Yang diterima pun kebanyakan dari masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah. Yang menjadikan sulit menembus seleksi adalah beratnya materi yang harus dikerjakan. Ada tes kepribadian, tes kemampuan, dan bakat dan minat. Jadi, siapapun yang masuk di SPG sudah pasti anak-anak yang punya kepribadian serta memiliki bakat dan minat sebagai seorang guru.

Dengan segala kebaikannya, SPG ternyata tidak bisa bertahan lama. Di era 90-an SPG dibubarkan. Banyak masyarakat yang kecewa. Mereka menganggap SPG adalah sekolah yang sangat bagus untuk mendidik putra-putri bangsa, kenapa harus dibubarkan. Di lain pihak pemerintah menganggap bahwa mutu lulusan SPG harus ditingkatkan dengan cara melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Akibatnya, lulusan SPG banyak yang kemudian melanjutkan kuliah walaupun tidak pernah terpikirkan sebelumnya terhadap langkah yang harus ditempuhnya itu.

Apakah lulusan pendidikan tinggi lebih baik dari SPG di bidang keguruan? Bila pertanyaannya mengarah pada kemampuan kognitif dan pengetahuan mungkin saja iya. Bagaimanapun menempuh pendidikan tiga tahun di tingkat SLTA dan dilanjutkan empat tahun di perguruan tinggi tentu saja lebih banyak pengetahuan yang dimiliki. Tetapi, kemampuan praktis tentang pelaksanaan pembelajaran dan pengelolaan siswa nampaknya lulusan SPG lebih bisa diandalkan.

Sekadar pengingat saja, mata pelajaran yang diberikan di SPG itu sangat dekat dengan pengelolaan pembelajaran. beberapa di antaranya adalah Psikologi Khusus dan Umum, Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial, Psikologi Anak, Didaktik dan Metodik, dan lain-lain. Banyak sekali mata pelajaran yang berhubungan dengan psikologi dan itu semua dipahami oleh siswa SPG saat itu. Berbagai teori pembelajaran sangat mudah mereka hafalkan dan terapkan dalam pembelajaran. sangat berbeda ketika guru hanya menempuh pendidikan tinggi. mata kuliah psikologi hanya sedikit. Yang banyak adalah mata kulisah tentang teori keilmuan atau materi pelajaran sustantif.

Yang paling menunjang bagi siswa SPG untuk menjadi guru saat itu adalah mata pelajaran Didaktik dan Metodik Khusus. Pelajaran ini diberikan di setiap semester dengan mengacu pada mata pelajaran yang nantinya akan diajarkan di sekolah. Karena ada mata pelajaran bahasa Indonesia di SD maka ada juga mata pelajaran Didaktik dan Metodik Khusus Bahasa Indonesia yang dipelajari di SPG. Hasilnya, para siswa yang belajar sangat memahami seluk beluk pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Mereka sangat siap ketika harus mengajar Bahasa Indonesia dengan baik.

SPG adalah sekolah idaman (saat itu). Diselenggarakan secara khusus untuk mendidik calon guru-guru SD, SPG berhasil melaksanakan tugasnya. Bagaimanapun SPG kini tinggal kenangan. Banyak nostalgia yang tercipta dan tersimpan dengan indahnya. Kepada para guru yang telah mendidik para siswanya selama belajar di SPG semoga mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT.

Yang terakhir, sekadar pengingat dan membangun nostalgia bagi teman-teman yang dulu pernah menjadi siswa SPG berikut saya tuliskan sebuah lagu kesayangan.

Mars SPG

Wahai putera-puteri SPG

Bergeraklah maju ke depan

Giat berlatih dan belajar

Laksanakan program pembangunan

Junjunglah tinggi cita-citamu

Panggilan ibu pertiwi

Mendidik putera harapan bangsa

Memupuk semangat bekerja

SPG SPG Sekolah pendidikan Guru

Di sana tempatku

Tunaikan tugas yang mulia



sore hari di rumah ditemani hujan rintik
10122017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Diperlukan keseriusan pemerintah dalam menata guru. PROSES BAGAIMANA GURU DIHASILAKAN juga harus ditinjau ulang sehingga pemerintah bisa menghasilakan guru yang berstandar. selamat hari minggu pak gimana liburannya hari ini

10 Dec
Balas

Alhamdulillah liburannya mantap. Bagaimana kabar Aceh?

10 Dec

Hebat Pa Leck..jadi terkenang masa lalu.

10 Dec
Balas

bu Edit lulusan SPG juga?

10 Dec

Pernah daftar tapi gagal.

10 Dec

Alhamdulillah kabar baik juga di Aceh pak

10 Dec
Balas

Wah, jadi teringat saat msh di SPG dulu. Betul, Pak Leck. Waktu itu sy hrs bersaing dg 1000 pendaftar lebih. Padahal yg diterima cuma 120.

10 Dec
Balas

Pak Edi kereeen

10 Dec

Wah pak leck, SPG jaman ibuku banget, aku ga ngalamin, tapi dulu guru2 banyak dicetak dari situ yah, amazing... Memory SPG

10 Dec
Balas

Berarti sekarang masih ABG

10 Dec

Saya juga jadi teringat. Waktu saya masih kecil, ayah di pagi hari menjadi guru SD dan di sore hari menjadi guru SPG. Pasca SPG ditutup ayah berpindah tugas di Cabang Dinas Pendidikan., yang job-nya mengurusi segala hal tentang sekolah dasar. Selain itu, juga pernah menjadi dosen di IKIP, guru SMP, dan SMA. Benar-benar totalitas, menjadi seorang guru.

10 Dec
Balas

Alhamdulillah barokallah

10 Dec

Aku termasuk lulusan SPG menjelang ditutup. Alhamdulillah, Allah beri kesempatan lanjut ke PGSD angkatan pertama. Setelah menjadi guru dan punya kesempatan mendampingi adaik2 mahasiswa PGSD yang notabene bukan lulusan SPG, jadi agak gmn gtu... hampir semua gak begitu "ngguru" dlm perumusan RPP, bikin TIK, bikin langkah2 pembelajaran, evaluasi dll. jd ingat seandainya masih ada SPG. maaf ya, ngelantur

30 Dec
Balas

Betul Leck , dulu kita selalu menyanyikan mars SPG bersama setiap upacara bendera hari senin.Saking semangatnya aku sering terharu dan mewek. Masih ingat Pak To Lek? Beliaulah yang selalu memperhatikan asupan gizi kita. Semaga Allah memberika tempat yang mulia di sisinya.

16 Mar
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali