Leck Murman

Ingin menjadikan menulis sebagai bagian dari hidupnya. Walaupun tidak memiliki banyak teori tentang menulis yang penting menulis, menulis, dan menulis. Itu...

Selengkapnya
Semua Sekolah Adalah Inklusi
sumber: http://www.alodokter.com/tips-agar-anak-cerdas

Semua Sekolah Adalah Inklusi

Dikotomi sekolah menjadi sekolah regular dan sekolah inklusi menyisakan masalah. Banyak pelaku pendidikan yang akhirnya terjebak pada istilah. Mereka semkain tidak memahami substansi dari sekolah inklusi. Apa sebenarnya sekolah inklusi itu?

Sebenarnya setiap sekolah adalah inklusi. Hanya saja, inklusivitas setiap sekolah kondisinya berbeda-beda. Di sekolah yang maju dan input peserta didiknya bagus, kondisi inklusi ada di dalamnya. Sekolah seperti itu sangat mungkin mempunyai anak-anak yang mempunyai bakat yang istimewa. Sebagian anak yang lani mungkin juga memiliki kecerdasaran yang istimewa. Mereka yang berbakat istimewa dan cerdas istimewa inilah yang selanjutnya dikatagorikan sebagai anak berkebutuhan khusus. Bagi sekolah dengan beberapa anak berkebutuhan khusus selanjutnya bisa dikatagorikan sebagai sekolah inklusi.

Di sekolah pinggiran yang kemampuan kognisitf peserta didiknya sangat minimalis, sangat mungkin juga masuk katagori sekolah inklusi. Beberapa anak yang menjadi siswa di sekolah tersebut mungkin mempunyai kemampuan kognitif yang rendah. Daya ingat dan kemampuan menyerap pelajaran juga bisa jadi rendah. Mereka ini masuk dalam katagori anak berkebutuhan khusus. Mereka perlu layanan yang memadai agar bisa memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya. Mereka adalah anak dengan katagori lambat belajar (dalam bahasa Inggrsi disebut sebagai slow learner). Dengan keberadaan anak-anak yang lambat belajar, maka sekolah di mana mereka belajar dapat dikatagorikan sebagai sekolah inklusi.

Kondisi sekolah dengan anak-anak yang slow learner hampir dialami oleh semua sekolah, baik di kota maupun desa. Anak-anak yang lambat belajar tidak hanya dijumpai di sekolah pinggiran atau sekolah di pedesaa, tetapi juga bisa ditemui di sekolah dengan status sekolah maju dan favorit. Hanya saja, keberadaan anak-anak yang lambat belajar seperti itu tidak pernah dibuat dalam bentuk rekapitulasi dan dilaporkan secara khusus sebagai anak yang lambat belajar. Padahal, guru-gurunya membicarakan mereka hamper setiap saat karena kondisinya yang unik.

Di beberapa sekolah, juga sering kita jumpai anak-anak yang mengikuti pembelajaran dengan keterbatasan yang dimiliki. Mereka mungkin saja mengalami keterbatasan penghilatan, pendengaran, maupun pembicaraan. Mereka semua adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka membutuhkan penanganan dan fasilitasi secara khusus pula. Beruntung sekali apabila sekolah memperhatikan mereka dengan perhatian yang khusus dengan pemberian layanan ekstra.

Apabila ada pendataan tentang anak-anak dengan kondisi khusus tentu akan mudah dilacak berapa sebenarnya jumlah anak yang berkebutuhan khusus. Setelah direkapitulasi, pihak yang berwenang dimungkinkan bisa mengambilkan langkah yang tepat agar anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa dilayani dengan baik.

Anak-anak berkebutuhan khusus ada di sebagian besar sekolah (kalau tidak ingin mengatakan semuanya). Sekolah yang di kota atau di desa, yang biasa-biasa saja atau sekolah yang maju, yang berbiaya rndah maupun yang mahal, semuanya terdapat anak berkebutuhan khusus. Untuk itu, sudah selayaknya bila kita mengatakan bila semua sekolah adalah sekolah inklusi.

Pertanyaannya, apa yang bisa kita kerjakan dengan sekolah inklusi kita?

Rabu pagi sambil ngawasi tes

13122017

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

melayani dengan hati, no discrimination for them, coba di lihat dan dirasakan? paklek pakai kaca mata kah? nah paklak juga orang yang memiliki ke khususan ... tidak ada anak yang bodoh yang ada guru belum bisa melayani sesuai dengan kemampuannya, tidak ada anak yang nakal yang ada guru belum bisa memberikan pelayanan yang bagus dan menangani mereka sesuai dengan kemampuannya. Siapa bilang murid kita tidak bisa belajar? karena gurunya belum bisa memahami karakteristik belajar murid kita. So layani mereka sesuai dengan kemampuannya, kenali karakteristik mereka, pelajari apa itu inklusif dan apa itu ABK. Nah jika belum mampu untuk menangani mereka dengan sebaiknya terimalah mereka yang mampu didik dan mampu latih, jika sekolah bisa menerima semuanya yang mampu rawat juga boleh. Cuman kalau kita belum mampu biyarkan yang mampu rawat yang menangani SLB. Semoga kita selalu menjadi guru yang selalu bisa melayani dengan hati ... perjuangan kita masih panjang ....

14 Dec
Balas

Sekolah aq yang dulu adalah sklh insklusi yg ditunjuk oleh dinas DKI. Awalula berdiri tahun 2008, semua tidak siap, pro kontra pasti ada.. Lambat laun kami bs menerima, lalu dinas dki membuat batasan siswa inklusi mana yg bs masuk sklh "umum." Sekarang yang ada anak2 inklusi dgn katagori tuna rungu, low vision, slow learner, hiperaktif dll. Setiap kenaikan kls kita menerima 14-16 siswa saja, 2 siswa tiap kelasnya. Saya banyak belajar dr siswa inklusi..

13 Dec
Balas

Sekolah inklusi yg benar2 "inklusi" memerlukan kerja keras dan kerja ikhlas untuk mewujudkanya....mari membuka hati pendidikan tanpa deskriminasi

13 Dec
Balas

Itu makanya guru hrs memahami karakteristik siswa. Gurusiana jg inklusi ya Pak Leck ?!

13 Dec
Balas

Setuju Pak Leck...klu mgkin bisa ada sekolah inklusi pangsa pasarny justru golongan ekonomi mnengah ke bawah...

13 Dec
Balas

Sekolah inklsi adalah sekolah yang memfasilitasi kebutuhan khusus untuk semua Murid, baik itu anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus)atau anak AK (Anak Kebanyakan) karena semua anak, semua orang memiliki kebutuhan khusus. Tidak ada satupun yang memiliki kebutuhan sama, anak kembar saja mereka memiliki kebutuhan yg berbeda.

13 Dec
Balas

Apa yang harus kita lakukan? Menurut saya kita harus mengubah mindset teman-teman guru bahwa anak-anak kita semua berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari gurunya pak, terimakasih

13 Dec
Balas

siap, begitulah seharusnya

13 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali