Leck Murman

WA: 081225243227 .Terlahir sebagai generasi akhir 60-an, PakLeck menghabiskan masa kecil di sebuah desa kecil di Kota Wali, tepatnya di Desa Sidokumpul, Kecamat...

Selengkapnya
Guru = Yen Minggu Turu
Gambar diambil dari https://hellosehat.com/hidup-sehat

Guru = Yen Minggu Turu

Ketika kusampaikan sebuah kata dengan kerata basa, banyak guru yang tidak sependapat. Guru yen minggu turu, itulah kerata basa yang kumaksudkan. Kerata basa bermakna singkatan dari satu kalimat ke dalam satu kata tertentu, sehingga satu kata tersebut dapat menyiratkan makna kalimatnya (https://tumpi.id/asal-usul-kata). Sama seperti kerata basa dari kuping (kaku tur njepiping), kerikil (keri ing sikil), sirah (isine rah), tebu (antebing kalbu), dan lain-lain. Kerata basa disebut juga jarwa dhosok.

Guru mempunyai aktivitas yang padat mulai Senin sampai Sabtu. Bagi yang masuk lima hari kerja, Senin sampai Jumat harus rela bekerja seharian penuh demi tuntutan pekerjaan. Kondisi ini menjadikan guru lebih banyak menghabiskan waktunya demi pekerjaan dibandingkan keluarganya.

Apabila ada guru yang memanfaatkan hari Minggu untuk berlibur dan bersantai bersama keluarga, tentu bisa dimaklumi. Mereka menggunakan waktu sebaik-baiknya demi keluarga tercinta. Family time, begitu istilahnya.

Namun demikian tidak semua guru memiliki waktu untuk sekadar bersantai. Hari Minggu yang sebenarnya merupakan waktu longgar dan bebas dari tugas kedinasan tersita untuk pekerjaan rumah yang menumpuk. Mereka harus mencuci pakaian dua keranjang, mengepel rumah, membersihkan rumah dan pekarangan, menguras bak mandi, dan sebagainya. Ketika pekerjaan sudah selesai, waktu sudah siang atau bahkan sore. Mereka hampir tidak punya waktu untuk sekadar bersantai bersama keluarga.

Lalu, adakah tipe guru yen minggu turu? Mungkin saja ada. Kalau Anda termasuk yang mempunyai waktu longgar, sungguh berbahagia. Anda termasuk orang yang beruntung. Anda bisa memanfaatkan kesempatan di hari Minggu untuk bersenang-senang, berkumpul bersama keluarga, piknik, atau kegiatan refreshing lainnya, termasuk tidur sepuasnya hehe.

Namun demikian, longgarnya waktu di hari Minggu tidak selalu bermakna negatif. Banyak guru yang kemudian memanfaatkan waktu untuk belajar dan mencari ilmu. Ada yang mengikuti pelatihan, menulis buku, atau berbagi pada sesama. Mereka adalah guru-guru yang kreatif dan bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Tidak jarang pula mereka mengajak keluarganya untuk tadabbur alam (belajar pada lingkungan).

Jadi, kalau ada yang bilang guru yen minggu turu, kita tidak usah risau. Ungkapan itu hanya sekadar kerata basa. Yang penting, kita bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Yang banyak pekerjaan di rumah, silakan dikerjakan dan diselesaikan dengan hati gembira. Yang punya waktu luang, bisa menggunakan waktunya untuk refreshing bersama keluarga. Yang mau belajar dan berbagi dalam berbagai acara pengembangan diri, Anda adalah guru yang berdedikasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Justru ribuan tugas domestik menunggu, bapakku.

03 Mar
Balas

Minggu yang padat kegiatan, bagus tulisannya Pak

03 Mar
Balas

Terima kasih. Maaf, masih belajar

03 Mar
search